Category Archives: Teknologi

Apa itu RPG Maker ?

Akhirnya, RPG Maker versi 95 silam dirilis ulang dengan alihbahasa yang sudah disempurnakan dengan nama “RPG Maker 95+” oleh seorang programmer dari Rusia yang memiliki sebutan “Don Miguel”. Software yang dicintai kalangan gamer dan developer RPG ini sudah mencapai generasi ke XV, yang sudah memiliki perkembangan dari seri sebelumnya. Untuk mendapatkannya pun cukup mudah, RPG Maker bisa dibeli secara langsung lewat website resminya, maupun lewat Steam. Di Steam program ini bisa Anda temukan d bagian “Software”.

Tidak hanya itu, RPG Maker di Steam juga akan memberikan Anda Trading Card khas Steam, dan juga bisa di­craft menjadi sebuah Badge. Jika sudah sampai ke tahap membuat badge, Anda bisa mendapatkan beberapa bonus seperti wallpaper ataupun emoticon yang lucu. Bonus­bonus ini bisa Anda gunakan untuk menghiasi halaman profil Anda di Steam, maupun untuk penghias saat Anda chatting. Tapi, bagi Anda yang mau mencicipi RPG Maker terlebih dahulu, bisa mencoba versi Lite­nya. Tentu saja, versi Lite memiliki keterbatasan seperti pada jumlah karakter yang bisa digunakan, dan juga jumlah Map yang bisa digunakan.

“Latihan” Bagi Calon Game Developer

Siapa yang belum pernah mendengar istilah “RPG”? Aliran game populer yang merupakan singkatan dari role­playing games ini memiliki tempat khusus di hati para gamer konsol dan PC, terbukti dengan banyaknya developer yang namanya melambung setelah merilis game­game seperti Final Fantasy, Warcraft, dan Dragon Age. Coba saja Anda tanya kepada para gamer, siapa yang tidak kenal dengan developer dan publisher besar yang terkenal dengan game RPGnya seperti Square Enix, Bethesda Softworks, Blizzard, dan Bioware.

Baca juga : Net89

Agar dapat membuat game RPG seperti developer di atas, tentu bukan perkara yang mudah. Sekalipun, Anda sekadar berniat membuat game RPG yang sederhana. Hal ini dikarenakan, banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti misalnya jalan cerita yang menarik berikut twist, desain karakternya yang bisa puluhan atau ratusan jumlahnya, hingga menuliskan script code yang dapat membuat game RPG tersebut menjadi interaktif dan menarik.

Kesemuanya itu bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam satu atau dua hari, terlebih jika kita menggunakan program yang kurang sesuai. Meski begitu, bukan berarti bahwa membuat game RPG dengan Visual Studio keluaran Microsoft atau Flash milik Adobe tidak tepat. Hanya saja, Anda akan memerlukan banyak waktu, untuk membuat berbagai elemen grafisnya, juga class dan database yang diperlukan. Bagi Anda penggemar game RPG yang ingin membuat game sendiri, semua kesulitan di atas bisa saja membuat Anda enggan melanjutkan impian yang indah itu.

Terlebih lagi, jika Anda bukan lulusan teknik informatika, atau orang yang pernah memiliki pengalaman dalam membuat program. Padahal, bisa jadi, Anda memiliki ide yang menarik yang bisa disajikan dalam bentuk game RPG sederhana yang nantinya bisa menginspirasi gamer yang memainkannya. Segala kesulitan yang ada akan berkurang jika Anda menggunakan sebuah software yang tepat, yaitu RPG Maker.

Apa itu RPG Maker ?

RPG maker adalah sebuah software yang dikeluarkan oleh developer asal Jepang bernama ASCII (yang kini sudah berubah nama menjadi Enterbrain). Awal mulanya, aplikasi ini hanya dibuat dalam bahasa Jepang, hingga sebuah grup yang bernama Kanjihack memodifikasi software ini agar bisa digunakan oleh orang di luar Jepang dengan mengalihbahasakannya. Namun, pada akhirnya, KanjiHack ditutup setelah pengacara dari ASCII mempermasalahkan hal tersebut.

Review Baterai dan VIdeo Asus Zenfone 6

Baterai

Teknorus.com – Menjajal gosip yang beredar, baterai Zenfone 6 yang kami pegang rupanya senasib. Dalam kondisi WiFi dan seluler sama-sama nyala, grup WhatsApp ramai, sering cek Facebook dan Path, sesekali main game Line Cookie Run dan WeChat Speed, baterai bertahan sekitar 5 jam. Dihajar main Asphalt 8 sekitar 15 menit, baterai drop sekitar 25%. Begitu pun jeprat-jepret foto dan rekam video sekitar 15 menit, baterai deras terkuras.

Baca juga : Gambar Keren

Bodi hangat – cenderung panas – saat aktivitas intens. Ketika kami sedang memotret dan merekam masing – masing dalam waktu sekitar 15 menit, bodi belakang terasa hangat. Koneksi Driver otomatis ter-install sendiri ketika handset pertama kali dikoneksikan lewat kabel ke komputer ber-Windows 7. Di handset, opsi Media device (MTP) otomatis dipilih.

Selain opsi ini, ada lagi opsi Camera (PTP) untuk USB computer connection. Selanjutnya handset langsung dikenali sebagai drive di komputer; kita bisa transfer fle antar keduanya. Bluetooth bisa dipakai untuk transfer fle antarperangkat, maupun Bluetooth tethering. WiFi dilengkapi WiFi Direct maupun WiFi hotspot. Kita juga bisa lakukan USB tethering.

Audio – Video

Asus menempatkan speaker ekstra di bagian belakang bodi, sebelah bawah. Seperti kebanyakan handset berdesain serupa, suara sering teredam ketika handset diletakkan. Disetel pada volume tertinggi, suara yang disemburkan speaker tergolong jernih dan bulat meski tak nyaring. Kami tak menemukan catatan mengenai teknologi audio pada Zenfone 6. Tapi kami mendapati AudioWizard yang bisa mengatur efek suara sesuai moda pemakaian.

Music dan Play Music disertai equalizer dengan 12 opsi (termasuk Normal dan User); ditambah Bass boost dan Surround sound yang aktif bila earset tercolok. Keduanya hanya membaca fle audio. Karena tak ada player video khusus, untuk nonton klip video musik maupun flm kita harus masuk dulu ke Gallery, lalu ke folder-nya. Player video ini bisa baca fle video HD 1080p, tapi tak bisa baca fle 3D. FM Radio seperti biasa baru berfungsi bila earset tercolok. Nyaris tak ada pengaturan apa pun di sini.