Category Archives: Parenting

Usir Bosan Saat Cuti Bag3

Kalau Mama mahir memijat bayi, meskipun nanti harus kembali bekerja, Mama tetap bisa membuat ikatan dengan buah hati melalui sentuhan pijat ini. Selain itu, teknik pemijatan yang benar dan penuh kasih sayang akan mendukung perkembangan fisik dan mental bayi yang sehat. • Kelas laktasi. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Memberikan ASI secara eksklusif menMadi tantangan sendiri bagi para mama pekerja. Pengetahuan cukup tentang ASI, teknik memerah, hingga penyimpanan ASIP (ASI perah) dapat menjadi modal kuat untuk mencapai kesuksesan pemberian ASI. ‘ Asyiknya babymoon. Mumpung si bayi belum lahir, inilah saatnya untuk melakukan perawatan diri, bersantai, dan melakukan kegiatan yang Mama suka.

Masa babymoon ini bisa dilakukan sendiri atau bersama Papa. ‘ Ikut kelas memasak sehat. Dengan begitu, kita jadi tahu kualitas bahan makanan yang dipakai, bagaimana cara memasak yang lumayan enak tanpa MSG, cara memasak yang baik agar nutrisi tak hilang, dan menciptakan menu-menu variatif. ‘ Belanja dan peluang usaha.

Nova Rully 30thn semasa hamil senang sekali belanja baju dan kebutuhan bayi, terlebih bila melihat barang bayi perempuan yang cenderung lebih bermotif dan berwarna. Sejak cuti hamil, saya jadi agak “gila” belanja, he he, mungkin karena tidak ada kegiatan. Tiba-tiba terpikir, ketimbang uang terbuang sia-sia, lebih baik saya belanja untuk dijual kembali lewat online. Jadi, hasrat belanja terpenuhi, tapi balik modal. Sejak itu, akhirnya saya membeli dan menjual peralatan bayi secara kecil-kecilan dan makin lama makin banyak pembelinya.

Sampai sekarang, usia anak saya sudah 3 tahun, bisnis berkembang jadi event organizer pesta ulang tahun anak. Bagi saya, belanja peralatan bayi itu menyenangkan, namun harus dipikirkan juga bagaimana agar tidak boros. ‘ Perkuat silaturahmi. waktu luang selama cuti bisa Mama manfaatkan untuk menjalin silaturahmi, seperti makan siang bareng teman, berkunjung ke rumah saudara, atau berbagi pengalaman dengan mama lain. daripada bosan di rumah, saya jadi sering pergi ke rumah teman dekat.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Latar Belakang Lgbt

Fenomena LGBT seperti gunung es, yang terlihat di permukaan lebih sedikit, padahal yang tak tam pak jauh le bih besar. Tentu saja, tak ada orangtua yang ingin anaknya mengalami tekanan sosial seperti ini. Ada 3 faktor yang melatarbelakangi gender LGBT, yakni genetik, pola asuh, dan trauma yang dialami anak. GENETIK Jika penyebabnya merupakan faktor genetik, orangtua dapat melihatnya dengan lebih mudah berdasarkan perilaku.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Baik dari pembawaan atau pun cara bicaranya. Beda halnya jika disebabkan faktor lingkungan maupun trauma yang mungkin tak terdeteksi pada awalnya. Bahkan pada bebe rapa kasus, orientasi seksual LGBT baru disadari di usia dewasa atau setelah menikah dengan lawan jenis. Dari beberapa penelitian, kelainan genetik dapat menyebabkan perubahan susunan kromo som yang memengaruhi perkembangan identitas seksual seorang anak. Kendati begitu, faktor ini tak bisa berdiri sendiri alias harus didukung fak tor lain sebelum akhirnya menyebabkan orientasi seksual tertentu. LINGKUNGAN Lingkungan bisa menjadi faktor penyebab paling besar.

Lingkungan keluarga yang sangat permisif, suasana rumah yang tidak kondusif, perilaku orangtua, tumbuh bersama saudara saudara yang dominan dengan jenis kelamin yang semuanya berbeda bisa membuat seorang anak berorientasi seksual berbeda. Agar tidak terjadi, orangtua hendaknya bersikap proporsional pada semua anaknya, sekaligus sadar, tiap anak punya kebutuh an berbeda. TRAUMA Basanya terjadi jika anak mengalami pelecehan seksual yang dilakukan orang dewasa atau teman berkelamin sama. Akibat peristiwa itu, di satu sisi ia merasa takut, tapi di sisi lain ia merasakan sensasi/kenikmatan yang berbeda.

Bisa jadi trauma ini akan diingatnya terus, diikuti rasa penasaran untuk mengulang sensasi seksual yang pernah di rasakannya saat itu. Dorongan inilah yang menjadi latar belakang perubahan orientasi seksual. Belum ada penelitian yang secara eksplisit menyebutkan, sejak umur berapa orientasi LGBT dapat dideteksi. Kepekaan orangtua bisa menjadi alat utama untuk melihat “lebih dalam” kondisi anaknya. Situasi menjadi rumit ketika anak me nyembunyikan keadaan yang sebenarnya, terjadi penyangkalan terhadap diri sendiri sementara ia lebih nyaman dan rindu berdekatan dengan se sama jenis atau bisa keduanya: sesama jenis dan lawan jenis. Kesadaran bahwa dirinya berbeda membuat anak usia sekolah lebih banyak menyimpan sen diri apa yang dirasakannya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Suka Banget Berlaku Agresif Bag2

Walaupun demikian, Mama tetap perlu mengajari si kecil bahwa perilaku agresinya perlu dikendalikan. CARI PENYEBABNYA Meskipun perilaku agresif sering muncul di usia batita sebagai bagian perkembangannya, kita tetap perlu mencari tahu penyebabnya. Pertama-tama, cobalah perhatikan orang-orang di lingkungan si kecil.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Apakah orang-orang di sekitarnya, mungkin juga kita sendiri, biasa menyampaikan ketidakpuasan dengan cara berteriak, memukul, dan sebagainya? Ataukah batita mengamati perilaku kekerasan dari media, seperti televisi atau ponsel pintar? Jika ini yang terjadi, Nuri menyarankan agar mengatur si batita untuk tidak mengamati perilakuperilaku agresif dari orang-orang tersebut. Atau bila masalahnya ada pada kita, mohon segera koreksi perilaku ini.

 

Bagaimanapun, anak-anak adalah peniru ulung, karena meniru adalah proses belajarnya terhadap segala sesuatu di sekitar. Jadi, berikanlah lingkungan yang semaksimal mungkin mendukung tumbuh kembang positif bagi buah hati. Jika hanya sedikit kemungkinan anak belajar dari lingkungan, penyebab lain adalah fase perkembangannya sendiri.

Menurut Nuri, konteks prefrontal (tempat menalar dan membuat logika) pada batita belum berkembang. “Ini mengakibatkan anak cenderung bertindak secara instingtual dan impulsif, bahkan ketika mereka tidak mengalami tekanan sekalipun.” Apa pun penyebabnya, Nuri menekankan pentingnya tetap bersikap tenang dan terkendali ketika menghadapi perilaku kasar si batita.

“Sebisa mungkin jauhi memberi hukuman, karena hukuman pada usia ini tidak efektif dan lebih rentan menimbulkan trauma daripada pembelajaran,” jelas Nuri. Alih-alih marah atau menghukum, ketika Mama mendapati si batita berlaku agresif, berikanlah sentuhan fi sik, seperti pelukan dan ciuman, lalu coba tanyakan apa yang membuatnya merasa terganggu atau marah. Biasanya batita menjadi agresif apabila keinginannya tidak terpenuhi. Cobalah tanyakan apa keinginannya?

Apabila ia menginginkan hal yang yang sulit untuk didapatkan, coba berikan alternatif atau pengalihan. Di saat seperti ini, penting menggunakan kalimat-kalimat sederhana agar si kecil tidak semakin bingung atau tertekan. Nuri menyarankan agar kita memandang masalah ini dari kacamata anak yang kemampuannya belum cukup berkembang. Bayangkan betapa sulitnya ia mengutarakan keinginannya, agar dapat dipahami orang lain.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Mengenal Kelainan Kaki Si Kecil Bag3

Jalannya seperti pincang ataucelana panjangnya tidak sama jatuhnya di ujung kaki karena panjang kaki kanan dan kiri berbeda. Penyebabnya, selain kelainan lahir, bisa juga karena polio, infeksi, tumor, atau efek patah tulang. Jika tidak dikoreksi, anak akan susah belajar berjalan (jika masih bayi).

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Di masa dewasa, bisa terjadi nyeri punggung bawah hingga skoliosis. Untuk selisih panjang tungkai di bawah 3 cm, umumnya tidak diperlukan tindakan lebih lanjut. Karena tidak sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan kesehatannya. Kalau perbedaan tungkai mencapai 5 cm, biasanya hanya diberikan shoe lift yaitu “hak sepatu” pada sisi yang lebih pendek. Sedangkan untuk perbedaan lebih dari 5 cm, diperlukan operasi leg lengthening/shortening, yaitu memotong tulang yang lebih panjang.

Adductus metarsus beberapa bayi lahir dengan kaki yang bisa membelok ke arah dalam dari tengah kaki ke jari kaki. Kelainan ini disebut metatarsus adductus. Ini biasanya membaik de ngan sendirinya tanpa pengobatan. Jika sampai usia 9 bulan dan kondisi tidak membaik, pemakaian sepatu korektif khusus atau gips sering dianjurkan.

Kaki x dan kaki o kaki x dan kaki o adalah jenis kelainan pertumbuhan tulang kaki. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pergeseran rotasi pada persendian antara tulang paha dan tulang lutut, sehingga sudut yang terbentuk antara kedua tulang tersebut menjadi tidak normal, lebih dari 8 derajat. Akibatnya, saat si kecil sedang berdiri, titik beratnya tidak terletak diantara jari kaki pertama dan kedua seperti yang terjadi pada kaki yang normal.

Inilah yang membuat si kecil sering jatuh. Baik kaki leper ataupun kaki o dan kaki x sama-sama akan membuat anak menjadi mudah lelah jika berjalan dan aktivitas pun terbatas. Apabila sudutnya sudah tidak normal sesuai dengan usianya, maka perbaikan mulai dilakukan dengan menambahkan semacam sol khusus di dalam sepatu (insole) sesuai dengan tingkat kelainan kaki yang diderita anak. Pemantauan pada tindakan tersebut bisa dilakukan selama 3–6 bulan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Didiagnosis Kekurangan Zat Besi

Bulan lalu, anak saya (2) kena campak. Setelah serangkaian pemeriksaan, ketahuan dia kekurangan zat besi. Saya penasaran mengapa hal ini bisa terjadi, mengingat saya memasak sendiri makanan keluarga dan gizinya termasuk lengkap. Lalu, mengapa anak saya jarang bab (dua hari sekali) meskipun saya perhatikan, tinjanya juga tidak keras? Apakah ini dampak dari kekurangan zat besi? Bagaimana saya bisa mencukupi kebutuhan zat besinya? Apakah perlu diberi vitamin. Mohon penjelasan dokter rifan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ibu Nova yang baik, kekurangan zat besi pada anak dapat diduga dari hasil pemeriksaan fisik. Biasanya anak tampak pucat, lemah, dan tidak aktif. Dari hasil pemeriksaan darah akan tampak hemoglobin yang rendah (anemia) dan pemeriksaan kadar zat besi di dalam darahnya yang rendah. Rendahnya kadar zat besi dalam darah menjadi salah satu penyebab terpenting anemia pada anak.

Penyebab rendahnya zat besi dalam darah di antaranya asupan dari makanan yang kurang mengandung zat besi, anak mengalami infeksi berulang dan kronis seperti penyakit kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya. Untuk pengobatan bergantung pada penyebabnya. Suplemen zat besi dapat diberikan sesuai dengan indikasi dan disertai dengan asupan nutrisi yang mengandung cukup zat besi. Mengenai pola BAB pun harus ditentukan dulu penyebabnya. Apakah dietnya kurang mengandung serat, kurang minum, dan sebagainya, sehingga tatalaksana pengobatannya akan berdasarkan penyebabnya. Terima kasih atas perta nyaan Ibu.

Peduli Perubahan Iklim

Pada kesempatan yang sama, Maria Dewantini Dwianto, Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk menjelaskan, “Melalui kampanye brightFuture, kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli dan secara aktif ikut menjadi bagian dalam mengatasi perubahan iklim dengan cara memberikan du kungannya pada situs brightfuture.unilever.co.id. Nantinya melalui dukungan yang terkumpul tersebut, Unilever bersama WWF akan mewakili masyarakat untuk melindungi satu juta pohon di Indonesia dan Brazil.”

Diakui Devy Suradji, Marketing Director WWF-Indonesia bahwa tingginya laju deforestasi merupakan salah satu penyebab yang memper buruk perubahan iklim dan diperkirakan lebih dari 170 juta hektar hutan akan hilang sepanjang 2010-2030. Untuk lebih menyebarluaskan pentingnya kampanye brightFuture ini, Unilever juga turut menggandeng sosok inspirasional David Immanuel Sihombing, karyawan PT Unilever Indonesia Tbk yang juga merupa kan aktivis lingkungan. Ke peduliannya terhadap lingkungan membawa David berkesempatan ber temu mantan wakil presiden Amerika Serikat, Al Gore, untuk me wakili Indonesia dalam Climate Reality Leadership Corp tahun 2012.

Bersepeda Sehat Jiwa dan Raga

Bagi mama yang sebelum hamil memiliki hobi bersepeda, bisa tetap meneruskan olahraga ini saat berbadan dua, kok. Tentu dengan mematuhi rambu-rambunya. Olahraga sepeda dilakukan dengan cara posisi duduk dengan begitu berat badan ditopang oleh sepeda. Efeknya, tidak akan memberikan goncangan yang berlebihan di bagian perut ataupun gangguan di beberapa bagian struktur penopang tubuh lainnya, seperti: tulang belakang, tulang panggul, dan lutut.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

Itulah mengapa, dibandingkan dengan olahraga lari atau joging, bersepeda cenderung lebih aman. Sesungguhnya, pada trimester mana pun, olahraga sepeda bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran jantung-paru, menurunkan risiko terjadinya kegemukan atau komplikasi kehamilan berupa preeklamsia (tekanan darah tinggi dalam kehamilan), eklamsia (tekanan darah tinggi disertai kejang), dan penyakit kencing manis. Wow!

Apa Kata Penelitian?

Penelitian yang dilakukan pada 2003 di Swedia menunjukkan, mamil yang secara aktif melakukan olahraga intensitas sedang (misalnya: berenang dan bersepeda) mengalami penurunan risiko mengalami preeklamsia sebesar 24% dibandingkan dengan mamil yang tidak aktif/rutin melakukan olahraga. Risiko preeklamsia menurun seiring dengan energi yang terbuang akibat meningkatnya aktivitas fisik. Bersepeda juga baik untuk kesehatan psikis.

Tahun 2013, The University of Western Australia mengajak puluhan mamil dengan usia kehamilan kurang dari 14 minggu dan memiliki riwayat diabetes gestasional (diabetes yang dialami selama hamil) di kehamilan sebelumnya, untuk rutin bersepeda dan menjadi salah satu bagian dari penelitian mereka. Salah satu peserta penelitian mengaku, rutin bersepeda membuat kehamilannya jadi lebih menyenangkan dari kehamilan sebelumnya. Ia juga merasa telah lebih bahagia dan tidak lagi mengalami stres. Ehm, kalau Mama senang, tentunya janin juga senang dan kesehatan psikisnya akan terjaga dengan baik kan, Ma? Dampaknya, janin akan tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Kapan Paling Aman?

Meski memberi manfaat kesehatan pada trimester mana pun, bersepeda paling aman dilakukan pada trimester 2 dan 3. Di trimester 1 adalah waktu yang sedang terjadi proses penempelan janin pada dinding rahim karena itulah risiko keguguran sangat tinggi. Sedangkan di trimester 2 dan 3, kehamilan sudah lebih stabil dan Mama pun sudah lebih beradaptasi dengan kehamilannya. Akan tetapi, jika di trimester 3, mamil mulai merasakan kontraksi sekecil apa pun, mohon agar berhenti bersepeda ya.

Sumber : pascal-edu.com

Menghilangkan Bau Mulut Misterius Bagian 2

Minum probiotik. asupan pro- biotik atau bakteri baik terdapat pada yoghurt atau suplemen probiotik. Selain memelihara lingkungan usus supaya sehat, probiotik menghasilkan enzim pemecah zatzat makanan agar bisa diserap secara optimal dan mengurangi fermentasi sisa makanan di usus. Alhasil, bau mulut yang disebabkan pola makan yang tidak benar bisa dihindari.

Bersihkan gigi dan lidah dengan sikat dan benang setiap hari. Menyikat lidah dan gigi dapat membantu menghilangkan tumpukan bakteri dan plak. Sedangkan benang gigi membantu mengeluarkan sisa makanan yan terselip di antara gigi. Plak dan sisa makanan membuat bakteri tumbuh subur. Sementara aktivitas bakteri jahat yang menghasilkan asam bisa melubangi gigi dan menginfeksinya. Seiring dengan banyak jumlah bakteri di mulut yang semakin banyak, semakin tajam pula aroma asam yang dikeluarkannya, membuat mulut berbau tak sedap. Jadi, bersihkan gigi minimal dua kali sehari: sebelum tidur malam dan setelah sarapan. Yuk, Ikuti saran-saran tadi kalau Mama mau memiliki napas yang segar.

Menghilangkan Bau Mulut Misterius

sat-jakarta.com – Heran deh, sudah rajin gosok gigi tapi aroma mulut masih tak sedap. Gigi pun tak ada yang berlubang. Kalaupun ada sudah ditambal rapat. Jadi, kenapa ya? Coba ingat-ingat, jangan-jangan sudah lama Mama tidak menerapkan pola makan seimbang. Inilah cara mengatasinya:

Santaplah lebih banyak sa- yuran seperti brokoli, wortel, dan buah-buahan segar. Bau tak sedap bisa muncul dari keton yang merupakan produk sampingan hasil pembakaran lemak. Untuk mengimbanginya, dibutuhkan asupan karbohidrat dan yang terbaik adalah karbohidrat yang berasal dari sayur dan buah segar karena kaya akan serat. Serat membuat proses buang air besar berjalan teratur sehingga sisa makanan tidak lama-lama berada di perut. Selain itu, sayur dan buah segar bersifat alkali, menciptakan lingkungan yang tidak asam bagi sel-sel tubuh.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Jadikan apel juga buah dan sayur yang teksturnya renyah sebagai camilan. Bagaikan menyikat gigi, mengunyah apel, wortel, seledri, atau salak yang renyah bisa mengangkat sisa makanan yang terselip di antara gigi dan menyapu bakteri yang berdiam di situ. Aktivitas mengunyah makanan yang segar dan berserat ini juga membantu kelenjar ludah untuk menghasilkan cairan lebih banyak sehingga membersihkan bakteri jahat.

Minumlah 1,5 liter air putih setiap hari. Menelan air putih dapat diartikan membilas bakteri jahat yang berada di rongga mulut, dengan begitu aroma mulut selalu segar. Asupan air putih juga dibutuhkan agar tubuh berfungsi dengan normal.

Kurangi konsumsi minuman bersifat asam. Segala produk minuman dalam kemasan seperti sport drinks, soda, atau teh biasanya diawetkan dengan zat yang disebut citric acid. Sifat asam pada asam sitrat ini memiliki bagian dalam menjadi penyebab bau mulut dan menipisnya email gigi. Kopi pun memiliki sifat asam jadi bisa menyebabkan bau pada mulut.

Perbanyak minum jus hijau segar. Jus hijau dari sayuran dan campuran buah mampu menciptakan lingkungan sel yang basa (alkalin) dan tidak asam (acidic) sehingga tubuh pun senantiasa sehat.