Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag12

Topeng orang tua itu juga dikenakan saat ia berada di Nias pada 1978. Dengan juga bertopi caping, Sardono berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat. Anak-anak Nias tampak mengerumuninya dan tertawatawa. Nias memiliki tradisi megalitik yang kuat. Desanya berlantai batu dan memiliki meja-meja batu yang panjang. Kita melihat kamera Sardono merekam latihan formasi perang di Nias.

Para prajurit membawa parang dan tombak. ”Kami tiga bulan di Nias. Di desa kawasan Bawolato, malam hari tidak boleh ada api. Jadi penerangan alamiah sinar bulan. Kalau malam, warga duduk-duduk di depan rumahnya. Dan melihat langit. Bintang-bintang terlihat sangat jelas,” ujar Otto Sidharta, komponis yang saat itu mahasiswa musik IKJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *