Monthly Archives: November 2021

Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag12

Topeng orang tua itu juga dikenakan saat ia berada di Nias pada 1978. Dengan juga bertopi caping, Sardono berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat. Anak-anak Nias tampak mengerumuninya dan tertawatawa. Nias memiliki tradisi megalitik yang kuat. Desanya berlantai batu dan memiliki meja-meja batu yang panjang. Kita melihat kamera Sardono merekam latihan formasi perang di Nias.

Para prajurit membawa parang dan tombak. ”Kami tiga bulan di Nias. Di desa kawasan Bawolato, malam hari tidak boleh ada api. Jadi penerangan alamiah sinar bulan. Kalau malam, warga duduk-duduk di depan rumahnya. Dan melihat langit. Bintang-bintang terlihat sangat jelas,” ujar Otto Sidharta, komponis yang saat itu mahasiswa musik IKJ.

Saya, Perempuan Anti Korupsi

Di Ballroom Gedung Kompas Gramedia di Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jakarta beberapa waktu lalu, diadakan sharing experience oleh Divisi Media Wanita dan Anak, dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Acara ini diadakan sebagai salah satu bentuk peningkatan kesadaran terhadap upaya pencegahan terhadap tindak pidana korupsi, serta sosialisasi program KPK, yaitu “Saya, Perempuan Anti Korupsi!” (SPAK).

Baca juga : Kerja di Jerman

Menurut Elwin Siregar, Director Group of Magazine, Kompas Gramedia, cita-cita KPK sejalan dengan misi yang diletakkan oleh pendiri Kelompok Kompas Gramedia, Jacob Oetama, yaitu mengedepankan integritas. “Salah satu kriteria seseorang itu berintegritas adalah adanya kejujuran. Ini yang membuat perusahaan kami bisa bertahan hingga 50 tahun lebih. Kami inginkan semua karyawan di KKG mempunyai integritas ini.” Judi Christanti, Senior Program Manager Australia Indonesia Partnership for Justice menjelaskan, “SPAK dilahirkan atas sebuah keprihatinan. Hasil dari sebuah survei yang dilakukan KPK pada 2012– 2013 di Solo dan Yogyakarta menyajikan fakta bahwa hanya 4% orangtua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya.

Kejujuran yang dimaksud bukan kejujuran dalam arti defi nisi kejujuran, tetapi lebih kepada bagaimana kejujuran diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Misalnya, menyontek atau menyerobot antrean adalah bentuk mengambil hak orang lain untuk keuntungan diri sendiri, yang pada akhirnya merupakan bentuk-bentuk perilaku koruptif.” Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK yang juga hadir dalam kunjungan ini mengatakan, “SPAK sangat membantu KPK dalam menyosialisasikan sifatsifat kejujuran dan antikorupsi. Sasaran SPAK adalah perempuan, karena perempuan punya peran signifi – kan melakukan perubahan untuk memberantas korupsi.

Sebagai istri dan sebagai ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan suami maupun anak-anak. Apalagi perempuan senang berbagi. Inilah kekuatan yang menjadi dorongan kami untuk terus menyebarkan agen-agen SPAK.” Di akhir acara, SPAK mengajak para peserta untuk terlibat di berbagai games menarik. SPAK juga menawarkan serangkaian kegiatan pelatihan (Training of Trainers) kepada berbagai kelompok perempuan di seluruh Indonesia untuk menjadi agen perubahan bagi pencegah an korupsi. KPK menargetkan hingga akhir 2016 ini, SPAK bisa melakukan sosialisasi kepada 1 juta penduduk yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Sumber : https://ausbildung.co.id/