Didiagnosis Kekurangan Zat Besi

Bulan lalu, anak saya (2) kena campak. Setelah serangkaian pemeriksaan, ketahuan dia kekurangan zat besi. Saya penasaran mengapa hal ini bisa terjadi, mengingat saya memasak sendiri makanan keluarga dan gizinya termasuk lengkap. Lalu, mengapa anak saya jarang bab (dua hari sekali) meskipun saya perhatikan, tinjanya juga tidak keras? Apakah ini dampak dari kekurangan zat besi? Bagaimana saya bisa mencukupi kebutuhan zat besinya? Apakah perlu diberi vitamin. Mohon penjelasan dokter rifan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ibu Nova yang baik, kekurangan zat besi pada anak dapat diduga dari hasil pemeriksaan fisik. Biasanya anak tampak pucat, lemah, dan tidak aktif. Dari hasil pemeriksaan darah akan tampak hemoglobin yang rendah (anemia) dan pemeriksaan kadar zat besi di dalam darahnya yang rendah. Rendahnya kadar zat besi dalam darah menjadi salah satu penyebab terpenting anemia pada anak.

Penyebab rendahnya zat besi dalam darah di antaranya asupan dari makanan yang kurang mengandung zat besi, anak mengalami infeksi berulang dan kronis seperti penyakit kecacingan, tuberkulosis, dan sebagainya. Untuk pengobatan bergantung pada penyebabnya. Suplemen zat besi dapat diberikan sesuai dengan indikasi dan disertai dengan asupan nutrisi yang mengandung cukup zat besi. Mengenai pola BAB pun harus ditentukan dulu penyebabnya. Apakah dietnya kurang mengandung serat, kurang minum, dan sebagainya, sehingga tatalaksana pengobatannya akan berdasarkan penyebabnya. Terima kasih atas perta nyaan Ibu.

Peduli Perubahan Iklim

Pada kesempatan yang sama, Maria Dewantini Dwianto, Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk menjelaskan, “Melalui kampanye brightFuture, kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli dan secara aktif ikut menjadi bagian dalam mengatasi perubahan iklim dengan cara memberikan du kungannya pada situs brightfuture.unilever.co.id. Nantinya melalui dukungan yang terkumpul tersebut, Unilever bersama WWF akan mewakili masyarakat untuk melindungi satu juta pohon di Indonesia dan Brazil.”

Diakui Devy Suradji, Marketing Director WWF-Indonesia bahwa tingginya laju deforestasi merupakan salah satu penyebab yang memper buruk perubahan iklim dan diperkirakan lebih dari 170 juta hektar hutan akan hilang sepanjang 2010-2030. Untuk lebih menyebarluaskan pentingnya kampanye brightFuture ini, Unilever juga turut menggandeng sosok inspirasional David Immanuel Sihombing, karyawan PT Unilever Indonesia Tbk yang juga merupa kan aktivis lingkungan. Ke peduliannya terhadap lingkungan membawa David berkesempatan ber temu mantan wakil presiden Amerika Serikat, Al Gore, untuk me wakili Indonesia dalam Climate Reality Leadership Corp tahun 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *