Bersepeda Sehat Jiwa dan Raga

Bagi mama yang sebelum hamil memiliki hobi bersepeda, bisa tetap meneruskan olahraga ini saat berbadan dua, kok. Tentu dengan mematuhi rambu-rambunya. Olahraga sepeda dilakukan dengan cara posisi duduk dengan begitu berat badan ditopang oleh sepeda. Efeknya, tidak akan memberikan goncangan yang berlebihan di bagian perut ataupun gangguan di beberapa bagian struktur penopang tubuh lainnya, seperti: tulang belakang, tulang panggul, dan lutut.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

Itulah mengapa, dibandingkan dengan olahraga lari atau joging, bersepeda cenderung lebih aman. Sesungguhnya, pada trimester mana pun, olahraga sepeda bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran jantung-paru, menurunkan risiko terjadinya kegemukan atau komplikasi kehamilan berupa preeklamsia (tekanan darah tinggi dalam kehamilan), eklamsia (tekanan darah tinggi disertai kejang), dan penyakit kencing manis. Wow!

Apa Kata Penelitian?

Penelitian yang dilakukan pada 2003 di Swedia menunjukkan, mamil yang secara aktif melakukan olahraga intensitas sedang (misalnya: berenang dan bersepeda) mengalami penurunan risiko mengalami preeklamsia sebesar 24% dibandingkan dengan mamil yang tidak aktif/rutin melakukan olahraga. Risiko preeklamsia menurun seiring dengan energi yang terbuang akibat meningkatnya aktivitas fisik. Bersepeda juga baik untuk kesehatan psikis.

Tahun 2013, The University of Western Australia mengajak puluhan mamil dengan usia kehamilan kurang dari 14 minggu dan memiliki riwayat diabetes gestasional (diabetes yang dialami selama hamil) di kehamilan sebelumnya, untuk rutin bersepeda dan menjadi salah satu bagian dari penelitian mereka. Salah satu peserta penelitian mengaku, rutin bersepeda membuat kehamilannya jadi lebih menyenangkan dari kehamilan sebelumnya. Ia juga merasa telah lebih bahagia dan tidak lagi mengalami stres. Ehm, kalau Mama senang, tentunya janin juga senang dan kesehatan psikisnya akan terjaga dengan baik kan, Ma? Dampaknya, janin akan tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Kapan Paling Aman?

Meski memberi manfaat kesehatan pada trimester mana pun, bersepeda paling aman dilakukan pada trimester 2 dan 3. Di trimester 1 adalah waktu yang sedang terjadi proses penempelan janin pada dinding rahim karena itulah risiko keguguran sangat tinggi. Sedangkan di trimester 2 dan 3, kehamilan sudah lebih stabil dan Mama pun sudah lebih beradaptasi dengan kehamilannya. Akan tetapi, jika di trimester 3, mamil mulai merasakan kontraksi sekecil apa pun, mohon agar berhenti bersepeda ya.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *