“Latihan” Bagi Calon Game Developer

Siapa yang belum pernah mendengar istilah “RPG”? Aliran game populer yang merupakan singkatan dari role­playing games ini memiliki tempat khusus di hati para gamer konsol dan PC, terbukti dengan banyaknya developer yang namanya melambung setelah merilis game­game seperti Final Fantasy, Warcraft, dan Dragon Age. Coba saja Anda tanya kepada para gamer, siapa yang tidak kenal dengan developer dan publisher besar yang terkenal dengan game RPGnya seperti Square Enix, Bethesda Softworks, Blizzard, dan Bioware.

Baca juga : Net89

Agar dapat membuat game RPG seperti developer di atas, tentu bukan perkara yang mudah. Sekalipun, Anda sekadar berniat membuat game RPG yang sederhana. Hal ini dikarenakan, banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti misalnya jalan cerita yang menarik berikut twist, desain karakternya yang bisa puluhan atau ratusan jumlahnya, hingga menuliskan script code yang dapat membuat game RPG tersebut menjadi interaktif dan menarik.

Kesemuanya itu bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam satu atau dua hari, terlebih jika kita menggunakan program yang kurang sesuai. Meski begitu, bukan berarti bahwa membuat game RPG dengan Visual Studio keluaran Microsoft atau Flash milik Adobe tidak tepat. Hanya saja, Anda akan memerlukan banyak waktu, untuk membuat berbagai elemen grafisnya, juga class dan database yang diperlukan. Bagi Anda penggemar game RPG yang ingin membuat game sendiri, semua kesulitan di atas bisa saja membuat Anda enggan melanjutkan impian yang indah itu.

Terlebih lagi, jika Anda bukan lulusan teknik informatika, atau orang yang pernah memiliki pengalaman dalam membuat program. Padahal, bisa jadi, Anda memiliki ide yang menarik yang bisa disajikan dalam bentuk game RPG sederhana yang nantinya bisa menginspirasi gamer yang memainkannya. Segala kesulitan yang ada akan berkurang jika Anda menggunakan sebuah software yang tepat, yaitu RPG Maker.

Apa itu RPG Maker ?

RPG maker adalah sebuah software yang dikeluarkan oleh developer asal Jepang bernama ASCII (yang kini sudah berubah nama menjadi Enterbrain). Awal mulanya, aplikasi ini hanya dibuat dalam bahasa Jepang, hingga sebuah grup yang bernama Kanjihack memodifikasi software ini agar bisa digunakan oleh orang di luar Jepang dengan mengalihbahasakannya. Namun, pada akhirnya, KanjiHack ditutup setelah pengacara dari ASCII mempermasalahkan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *