Berbagi Lewat Miniatur Kapal Tradisonal

Indonesia adalah negara maritim. Sayang, menurut pengamatan kakek berumur 84 tahun yang tinggal di Jalan Brawijaya, Mojokerto, Jawa Timur ini, generasi sekarang sudah tak mengenal kebudayaan maritim. Setiap suku terkotak-kotak dalam sebuah wilayah kepulauan. Padahal dalam konteks negara maritim, laut dan selat justru harus menjadi “jembatan” yang menghubungkan setiap gugus kepulauan Nusantara. Jauh sebelum republik ini berdiri, masyarakat di setiap daerah pantai, pasti memiliki kapal tradisonal.

Baca juga : Jasa SEO Semarang Terbaik

Seperti masyarakat pesisir Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. “Jenisnya ratusan,” kata Djuhhari. Tak ingin kebudayaan maritim tersebut menghilang, pada 1980- an, Djuhhari, mencoba mengabadikannya lewat miniatur kapal. Untuk membuat karyanya ini, Djuhhari melakukan riset terlebih dulu. Ia sambangi berbagai candi yang di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, mulai dari Candi Penataran di Blitar, hingga Candi Borobudur di Magelang. Dari gambar di dinding relief candi itulah Djuhhari lalu mulai membuat sketsa kapal.

KARYA FENOMENAL

Upaya ini rupanya memberikan jalan bagi dirinya untuk menyambangi museum maritim di Belanda. Sayang, pada saat itu (sekitar tahun 1990-an), di dalam museum, dirinya tak diperboleh kan memotret segala pernak pernik yang terkait dengan perahu di masa Majapahit. “Akhirnya sesampai di hotel saya buat sketsa sesuai ingatan yang ada di kepala saya,”katanya. Begitu tiba di Tanah Air, sketsa tersebut lantas ia tuangkan dalam bentuk miniatur kapal. Hasil karya inilah yang melambungkan namanya. Pesanan pun semakin membludak. Djuhhari pun lantas mengajari masyarakat sekitarnya.

Mulai dari ibu-ibu rumah tangga, pemuda karang taruna, hingga penduduk di sekitar dusun. Alhasil, semua kecipratan rezeki. Tak heran jika showroom pusat Sanggar Seni Bahari Tradisional (SSBT) milik Djuhhari, telah melahirkan ratusan murid. Baginya, semakin banyak masyarakat yang tertarik dengan miniatur perahu buatannya, semakin cepat misinya tercapai. Yakni mengenalkan kebudayaan maritim kepada generasi penerus.

Pesanan pun tak lagi datang dari pasar domestik. Pangsa pasar luar negeri kini telah meliriknya. Ada yang memesan dari negara Chile atau Rusia. Bahkan China pun terpikat untuk memesan sebanyak 2.500 unit kapal mini buatan Djuhhari. Djuhhari pun masih ingat pesanan khusus yang datang dari salah satu restoran di Las Vegas, Amerika Serikat. Ia diminta untuk membuat miniatur kapal sebagai salah satu aksesoris restoran yang bisa menjadi daya tarik para pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *